Powered by Blogger.
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Links Bisa Jadi Berkah Atau Kutukan



Web pada intinya adalah tentang koneksi. Internal hyperlinks memungkinkan pengunjung untuk pindah ke bagian lain dari teks atau ke halaman lain di situs yang sama. Links lain membawa si pengunjung ke situs-situs web eksternal, untuk mencari tambahan informasi.
Gunakan links untuk mengembangkan jumlah informasi yang sanggup Anda sediakan di situs Anda. Links tambahan ini tidak Cuma menyediakan layanan, tetapi secara imollisit juga memberi kredibiltas pada situs Anda.
Misalnya:
Anda mengelola sebuah situs perusahaan air mineral dalam kemasan. Sementara itu, di masyarakat dan media, ada desas-desus yang berkembang bahwa produk air mineral dalam kemasan, tidak semuanya bersih dari kuman atau campuran logam yang berbahaya.
Situs Anda, misalnya, menyediakan layanan links ke situs Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan, atau ke Fakultas Kedokteran UI. Lembaga independen itu telah meneliti dan menegaskan kebersihan dan keamanan produk-produk air mineral dalam kemasan. Hal ini tentunya akan memberi tambahan kredibilitas pada situs perusahaan Anda.
Namun, jika situs Anda menyediakan terlalu banyak links dan informasi, ini akan membingungkan pengunjung. Jumlah links yang bisa Anda tambahkan haruslah dibatasi, sejauh links itu menambah kredibilitas dan memiliki relevansi dengan situs yang Anda kelola. Juga, pertimbangan keefektifan desain halaman di situs web Anda, serta pertimbangan ketentuan hukum dalam mengaitkan links-links tertentu.
Ingatlah. Walaupun Anda bisa menyeleksi situs web mana yang mau Anda link dengan situs yang Anda kelola, Anda tak bisa mengontrol siapa yang akan me-links situs mereka dengan situs yang Anda kelola.
Bukan mustahil, Anda menemukan situs Anda dikaitkan atau diasosiasikan dengan situs lain yang tidak Anda sukai atau Anda anggap tidak pantas. Situs pornografi atau seks bebas, misalnya! Untungnya, banyak search engine telah memberi fasilitas, untuk mengetahui dan menentukan siapa yang telah me-link ke situs Anda.

Topik-topik Situs Web


Ada beberapa topik tertentu, yang biasa ditampilkan di situs Web. Masing-masing topik ini mungkin dibagi lagi lebih jauh ke beberapa sub-bab atau halaman tambahan.
Official material. Materi resmi sebuah organisasi bersifat kritis dan sering kurang diperhatikan. Ini termasuk: nama dan alamat organisasi, pencipta situs, tangal situs itu dibuat, tanggal update terakhir, hak cipta dan pembatasan-pembatasan lain. Penulis PR khususnya harus menghargai informasi-informasi tersebut.
Informasi rangkuman atau Teaser. Organisasi yang ingin menarik perhatian, atau mengimbau pada audience dalam jumlah besar di Web, boleh mendesain fitur-fitur untuk memuaskan minat mereka. Bagian yang mudah diakses –News; Top Ten...; Mencegah Serangan; atau Untuk Anak-anak, menyediakan titik referensi yang cepat pada audience yang berkomitmen.
Tentang organisasi. Hal ini akan menantang penulis PR, untuk mengenali kebutuhan dan keinginan para pengunjung situs, dan mengimbangi ini dengan apa yang ingin diceritakan organisasi pada mereka (publik).

Walaupun boss Anda mungkin sangat bangga pada 12 pabrik dan pusat distribusi di setiap provinsi, lokasi persisnya mungkin tak terlalu berarti bagi para pengunjung situs. Sebuah peta sederhana akan memberi kesan tentang luasnya jangkauan operasi perusahaan Anda, tanpa memberi rincian yang tak perlu pada pengunjung situs.

Informasi “tentang organisasi” mungkin termasuk: keanggotaan dalam organisasi industri; sejarah singkat, serta deskripsi divisi-divisi, operasi-operasi dan kantor-kantor. Bagian-bagian dengan fokus PR yang bersifat khusus, mencakup: media center, newsroom, dan halaman tentang tanggung jawab sosial perusahaan.

Pendidikan publik. Web kini makin banyak digunakan sebagai medium untuk riset. Topik-topik yang bersifat pendidikan (edukasi) cukup bervariasi, mulai dari halaman yang menjelaskan bagaimana cara menanam anggrek sampai cara mengisi formulir pajak, semuanya ada.

Coba pertimbangkan, informasi apa yang bisa diberikan organisasi Anda, yang akan membantu publik. Dengan membuat diri dipandang sebagai sumber informasi, adalah strategi PR yang cerdik.

Bantuan online (online help). Kemampuan memberi bantuan secara online membuat situs web terkesan user-friendly dan responsif terhadap kebutuhan informasi para pengunjung. Kenali, siapa yang harus dikontak untuk informasi tentang apa, termasuk alternatif cara mengontak, seperti: telepon, nomor fax, dan alamat e-mail.

Online newsletter. Ini bisa dikontrol dengan password, jika Anda ingin membatasinya hanya untuk karyawan atau pelanggan yang membayar. Terlepas dari soal apakah akses ini bersifat terbuka atau terbatas, ini harus di-update setiap hari agar tampak kredibel. Jika Anda mengarsipkan publikasi-publikasi, pengunjung dapat mengakses semua edisi, lama sesudah versi media cetaknya tak beredar lagi.

Berita (News). Biasanya terdiri dari siaran-siaran pers dari sebuah organisasi, bagisan“news” sering dikatalogkan berdasarkan tanggal dan topik, dan dipisahkan ke dalam opsi saat ini (current) dan arsip. Organisasi-organisasi dengan kontak media yang cukup sering mungkin menyediakan akses terbatas bagi para wartawan, terhadap informasi khusus, seperti: link audio atau video.

Informasi krisis. Situs Web memungkinkan untuk menyediakan selayaknya, informasi menit-ke-menit dan arahan-arahan, bagi pelayanan darurat, kedokteran, dan teknis. Juga, instruksi-instruksi kepada konsumen; dan link-link ke informasi terkait yang relevan.

Informasi keuangan. Ini khususnya relevan bagi perusahaan-perusahaan publik. Laporan keuangan (financial statements) lengkap yang disajikan, ternyata lebih rinci ketimbang apa yang diharapkan orang dari sebuah situs web. Pemanfaatan kapabilitas Web yang lebih baik bisa saja dengan menyajikan laporan keuangan yang telah dirangkum/disimpulkan, kemungkinan dilengkapi dengan grafik dan tabel. Anda juga bisa membuat laporan keuangan komprehensif atau laporan tahunan, yang siap untuk di-download.

Cerita-cerita Feature. Beberapa organisasi berhasil memanfaatkan daya tarik tulisan feature untuk menarik perhatian pengunjung. Misalnya, pada akhir 1990-an, badan perpajakan Amerika meluncurkan situs web yang dinamai “The Digital Daily”. Desainnya dibuat sedemikan rupa, agar seperti halaman depan sebuah suratkabar.
Isinya di-update setiap hari.

Lead “suratkabar” itu adalah sebuah feature human interest yang pendek. Sajian feature ini bertujuan memberi wajah yang lebih manusiawi, pada lembaga perpajakan yang sering dianggap tak perduli pada kondisi para wajib pajak.

Laporan-laporan riset. Seperti juga informasi keuangan, adalah bijaksana jika kita memberikan sebuah rangkuman/kesimpulan, selain laporan lengkap, pada situs laporan riset ini. Sehingga para pengguna dapat mengakses informasi sampai ke tingkatan rincian yang mereka kehendaki.

Links. Tak perduli, seberapa banyak pun informasi yang Anda sediakan, tampaknya tak mungkin seluruh informasi tentang suatu hal bisa disediakan di satu situs saja. Link ke situs-situs eksternal memberi peluang pada pengunjung, untuk memperoleh informasi yang lebih rinci.

Ketika membuat link ke situs luar, berilah deskripsi atau konteks tentang apa yang bisa diharapkan para pengguna. Yang membuat daftar link Anda bernilai, adalah bahwa Anda sudah membaca, memahami, dan dapat merekomendasikan link-link tersebut. Berilah keuntungan pada pembaca dengan info tentang link-link ini, dan Anda akan memperoleh sejumlah kredibilitas dalam proses tersebut.
Contact information.
Link informasi kontak ke sebuah layar e-mail, untuk mendorong tanggapan segera.
Komentar. Ini dapat ditulis dengan ungkapan lain, seperti: “Tandatangani buku tamu kami,” atau “beritahu kami, apa yang Anda pikirkan.” Mintalah pengunjung untuk memberikan nama dan alamat e-mail mereka, sehingga Anda dapat menyediakan informasi lebih jauh.
Tanggal. “Kebaruan” (currency) adalah penting bagi kredibilitas situs web. Situs Anda seharusnya memiliki notasi “halaman terakhir kali di-update” di setiap halaman, atau paling tidak sebuah notasi “terakhir kali situs di-update” di home page. Dan usahakan update itu selalu baru.
Kebijakan privasi (privacy policy). Pernyataan privasi memberikan informasi pada publik tentang kebijakan situs Anda, terkait dengan pengumpulan data dan penggunaannya. Terlepas apakah Anda secara legal dituntut untuk menyediakannya, secara pendekatan PR, pernyataan privasi itu baik untuk dilakukan.

Hari Gini Masih Gaptek...? Sekarang Jamannya Online


Saat ini perkembangan teknologi semakin canggih dan modern. Hal ini berbanding lurus dengan aktivitas sehari – hari yang senantiasa menggunakan peralatan serba modern.
Semua orang dituntut agar melek teknologi alias gak gaptek dan selalu haus akan informasi

Dalam penyajian sebuah berita pun tidak luput dari kemajuan teknologi. Surat kabar yang telah akrab dengan khalayak pembaca sepertinya mulai tergerus seriring perkembangan teknologi. Dengan menjamurnya media onlinet sepertinya telah membuat ‘mahzab baru’ dalam dunia jurnalistik, yaitu jurnalisme online. Penyajian beritanya disampaikan melalui media online menggunakan media internet.

Menurut ahli jurnalisme asal Amerika SerikatJames C. Foust dalam bukunya, Online Journalism: Principles and Practices of News for The Web (2005), keunggulan jurnalisme online dibandingkan dengan yang lainnya adalah :
1. Audience Control, audiens lebih leluasa dalam memilih berita.
2. Nonlienarity, tiap berita yang disampaikan dapat berdiri sendiri atau tidak berurutan.
3. Storage and retrieval, berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah.
4. Unlimited Space, memungkinkan jumlah berita jauh lebih lengkap ketimbang media  lainnya.
5. Immediacy, cepat dan langsung.
6. Multimedia Capability, bisa menyertakan teks, suara, gambar, video dan komponen  lainnya di dalam berita.
7. Interactivity , memungkinkan adanya peningkatan partisipasi pembaca.

Perkembangan jaman yang semakin cepat dan serba modern menuntut kita untuk bisa menyesuaikan dengan kecanggihan teknologi yang semakin maju, kalau gaptek maka kita akan ketinggalan informasi, ketinggalan jaman.

Motivasi Sang "Jurnalis"



Manajer media harus membawahi berbagai jenis pekerja, dari bagian produksi/teknisi, sirkulasi, periklanan, front-office, dan staf redaksi. Dari semua pekerja ini, staf redaksi biasanya menjadi tantangan terbesar, karena para jurnalis sering bekerja berdasarkan motivasi yang berbeda ketimbang pekerja lain yang berorientasi tugas atau staf bagian bisnis. Pemahaman tentang apa yang memotivasi karyawan (jurnalis) ini penting bagi manajer, agar mereka dapat mengelola stafnya secara lebih efektif.


Kegagalan memahami motivasi para jurnalis ini menjadi sebab mengapa begitu sulit menerapkan gaya manajemen partisipatif di newsroom, justru ketika departemen lain bisa menerimanya dengan lebih mudah. Tampaknya terdapat lebih banyak skeptisisme di kalangan jurnalis, serta keengganan umum untuk berubah. Di bawah ini diuraikan sebagian ciri-ciri umum atau nilai-nilai di kalangan jurnalis, untuk memberi pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana memotivasi mereka.

Kebutuhan ego. Bukan rahasia lagi, banyak jurnalis memiliki ego yang tinggi, yang perlu dipuaskan secara rutin dengan memberi byline pada setiap karyanya yang dimuat di suratkabar. Faktor kepuasan ego ini yang membuat banyak pekerja di bisnis media tetap bertahan di dunia jurnalistik, meski mereka sadar bisa memperoleh penghasilan yang lebih baik atau mendapatkan suasana kerja yang tidak terlalu menimbulkan stres di jenis pekerjaan lain. Ego bisa menjadi aset bagi jurnalis, tetapi juga menjadi beban bagi manajer yang harus menangani mereka. Jurnalis yang egoistis sering sulit menerima kritik terhadap karyanya dengan lapang hati.

Idealisme. Salah satu problem utama yang dihadapi redaktur adalah menghadapi kengototan reporter, yang ingin memandang berbagai masalah sebagaimana seharusnya, bukan sebagaimana adanya. Ini terjadi umumnya pada reporter-reporter baru. Konflik ini sering muncul ketika seorang reporter menyadari, gaya tulisannya dianggap terlalu berbunga-bunga atau sebaliknya terlalu datar oleh sang redaktur. Atau, ketika redaktur menuntut sang reporter melengkapi jumlah narasumber dalam artikel yang ditulisnya. Padahal si reporter merasa, jumlah narasumber sudah cukup. Mereka akan mengatakan, instruksi redaktur itu tidak sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari di sekolah jurnalistik. Friksi bisa jadi akan muncul, antara reporter yang menggunakan pendekatan idealistis berhadapan dengan redaktur yang berpandangan realistis.

Skeptisisme. Dibandingkan ciri-ciri jurnalis lainnya, skeptisisme tampaknya adalah yang paling merepotkan manajer. Sejak awal menjalani profesinya, para jurnalis dilatih untuk skeptis pada segala sesuatu, dan ini berkelanjutan sampai ke opini si jurnalis terhadap organisasi, kebijaksanaan kantor dan manajernya sendiri. Skeptisisme itu tidak bisa berdampingan harmonis dengan rasa hormat dan kepatuhan buta terhadap otoritas, siapa pun yang menjadi figur otoritas tersebut, baik narasumber berita maupun redakturnya sendiri. Skeptisisme ini menyebabkan setiap upaya pembaruan dalam gaya kepemimpinan di newsroom perlu waktu lama sebelum bisa diterapkan, karena pertama-tama si manajer harus meraih kepercayaan dari para jurnalis. Ini adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan.

Keagresifan. Dikombinasikan dengan skeptisisme, keagresifan (aggresiveness) atau ketegasan (assertiveness) dapat menghasilkan seorang reporter yang pemberani dan tangguh di lapangan. Namun, hal itu juga dapat menghasilkan seorang karyawan yang sulit diatur. Para redaktur merasa senang, jika reporternya agresif mengejar berita. Namun, mereka tidak siap menghadapi reporter yang dengan agresif bertanya, mengapa berita mereka dipotong oleh redaktur begitu rupa, atau diubah di sana-sini. Banyak produser dan redaktur akan berusaha sedapatnya menghindarkan terjadinya konfrontasi yang sengit di newsroom. Bawahan yang agresif bisa memberi pengaruh tertentu pada atasannya. Sikap agresif seperti ini biasanya juga dimiliki oleh staf sales.

Kreativitas. Studi menunjukkan, salah satu yang memberikan kepuasan kerja dan motivasi pada jurnalis adalah kesempatan menulis cerita yang menarik dari fakta-fakta yang ia kumpulkan di lapangan. Kreativitas juga memberi inspirasi pada praktisi periklanan, ketika merancang iklan yang unik bagi kliennya. Namun di sisi lain, orang yang sangat kreatif mungkin tak mudah diawasi atau diatur, dibandingkan karyawan lain yang cenderung mengikuti prosedur operasi yang standar. Reporter atau praktisi periklanan yang kreatif sering lebih suka mengikuti kemauannya sendiri, ketimbang aturan organisasi. Namun, tanpa kreativitas si pembuatnya, kita mungkin tak akan menemukan artikel atau iklan yang menarik. Dengan kreativitas, keterpaduan antara tujuan individu dan tujuan perusahaan menjadi sangat penting.

Individualisme. Jurnalis yang memiliki individualisme yang kuat sering sulit bekerjasama dengan rekan-rekannya sebagai bagian dari tim. Profesi ini juga menyajikan suatu ironi. Meskipun reporter dan redaktur media cetak berhubungan erat dalam lingkungan komunal yang dinamakan newsroom, pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing sangat individualis. Hal ini kurang terasa di media televisi, di mana reporter dan camera person harus bekerja berdampingan, tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kadang-kadang keduanya juga bekerjasama dengan producer lapangan. Kenyataannya, banyak reporter bertahan di profesi ini justru karena hakikat pekerjaannya yang relatif bersifat individual. Bisa saja, seorang reporter membuat penugasan sendiri, mengumpulkan informasi sendiri, lalu menuliskan berita dan menyerahkannya ke desk yang mungkin tidak akan banyak menyunting isinya. Dengan adanya reporter yang kompeten, bisa jadi sang redaktur menerima baik individualisme si reporter, karena memandang si reporter sebagai karyawan yang bisa “jalan sendiri” dan hanya membutuhkan pengawasan minimal.

Profesionalisme. Banyak jurnalis menganggap dirinya profesional. Namun definisi profesionalisme itu sendiri sering tak jelas. Jurnalis, seperti juga dokter dan ahli hukum, adalah sebuah profesi (profession). Profesi menurut Webster's New Dictionary and Thesaurus (1990)[1] adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus dan seringkali juga persiapan akademis yang intensif dan lama. Seorang dokter ahli bedah, misalnya, sebelum bisa berpraktek membutuhkan pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia dan pendidikan, sekaligus latihan, cukup lama dan intensif. Seorang ahli hukum juga harus belajar banyak tentang ketentuan hukum sebelum bisa berpraktek. Seorang jurnalis juga perlu memiliki keterampilan tulis-menulis, yang untuk mematangkannya membutuhkan waktu cukup lama, sebelum bisa menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Contoh-contoh ini membedakan dengan jelas antara profesi dengan pekerjaan biasa, seperti tukang becak, misalnya, yang tidak membutuhkan keterampilan atau pengetahuan khusus. Samuel Huntington[2] menambahkan, profesi bukanlah sekadar pekerjaan atau vocation, melainkan suatu vokasi khusus yang memiliki ciri-ciri: Keahlian (expertise); tanggung jawab (responsibility); dan kesejawatan (corporateness).
sumber : Satrio Arismunandar

Memahami Fungsi dan Jenis Jurnalisme Online




Jurnalisme Online secara fungsional bisa dibedakan dari jenis jurnalisme lain, dengan menggunakan komponen teknologinya sebagai faktor penentu, dalam hal perumusan operasional.

Jurnalis Online harus memutuskan tentang hal-hal sebagai berikut:
* Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.
* Memberi pilihan pada publik untuk memberi tanggapan, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).
* Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).


Empat jenis Jurnalisme Online

Orang yang memproduksi content terutama untuk Internet, dan khususnya untuk World Wide Web, dapat dianggap bekerja untuk salah satu atau lebih dari empat jenis Jurnalisme Online yang tersebut di bawah ini.
Berbagai jenis jurnalisme online itu dapat ditempatkan di antara dua domain. Domain pertama, adalah suatu rentangan, mulai dari situs yang berkonsentrasi pada editorial content sampai ke situs-situs Web yang berbasis pada konektivitas publik (public connectivity).

Editorial content diartikan di sini sebagai teks (termasuk kata-kata yang tertulis atau terucapkan, gambar-gambar yang diam atau bergerak), yang dibuat atau diedit oleh jurnalis.
Sedangkan konektivitas publik dapat dipandang sebagai komunikasi ”titik-ke-titik yang standar” (standard point-to-point). Atau, bisa juga kita nyatakan sebagai komunikasi ”publik” tanpa perantaraan atau hambatan (barrier of entry), misalnya, hambatan dalam bentuk proses penyuntingan (editing) atau moderasi (moderation).

Domain kedua, melihat pada tingkatan komunikasi partisipatoris, yang ditawarkan oleh situs berita bersangkutan.
Sebuah situs dapat dianggap terbuka (open), jika ia memungkinkan pengguna untuk berbagi komentar, memposting, mem-file (misalnya: content dari situs tersebut) tanpa moderasi atau intervensi penyaringan.
Sedangkan komunikasi partisipatoris tertutup (closed) dapat dirumuskan sebagai situs di mana pengguna mungkin berpartisipasi. Namun langkah komunikatif mereka harus melalui kontrol editorial yang ketat.

1. Mainstream News sites

Bentuk media berita online yang paling tersebar luas adalah situs mainstream news. Situs ini menawarkan pilihan editorial content, baik yang disediakan oleh media induk yang terhubung (linked) dengannya atau memang sengaja diproduksi untuk versi Web. Tingkat komunikasi partisipatorisnya adalah cenderung tertutup atau minimal. Contoh: situs CNN, BBC, MSNBC, serta berbagai suratkabar online. Situs berita semacam ini pada dasarnya tak punya perbedaan mendasar dengan jurnalisme yang diterapkan di media cetak atau siaran, dalam hal penyampaian berita, nilai-nilai berita, dan hubungan dengan audiences. Di Indonesia, yang sepadan dengan ini adalah detik.com, Astaga.com, atau Kompas Cyber Media.

2. Index & Category sites

Jenis jurnalisme ini sering dikaitkan dengan mesin pencari (search engines) tertentu (seperti Altavista atau Yahoo), perusahaan riset pemasaran (seperti Moreover) atau agensi (Newsindex), dan kadang-kadang bahkan individu yang melakukan usaha (Paperboy). Di sini, jurnalis online menawarkan links yang mendalam ke situs-situs berita yang ada di manapun di World Wide Web. Links tersebut kadang-kadang dikategorisasi dan bahkan diberi catatan oleh tim editorial. Situs-situs semacam ini umumnya tidak menawarkan banyak editorial content yang diproduksi sendiri, namun terkadang menawarkan ruang untuk chatting atau bertukar berita, tips dan links untuk publik umum.

3. Meta & Comment sites

Ini adalah situs tentang media berita dan isu-isu media secara umum. Kadang-kadang dimaksudkan sebagai pengawas media (misalnya: Mediachannel, Freedomforum, Poynter’s Medianews).
Kadang-kadang juga dimaksudkan sebagai situs kategori dan indeks yang diperluas (seperti: European Journalism Center Medianews, Europemedia). Editorial content-nya sering diproduksi oleh berbagai jurnalis dan pada dasarnya mendiskusikan content lain, yang ditemukan di manapun di Internet. Content semacam itu didiskusikan dalam kerangka proses produksi media. ”Jurnalisme tentang jurnalisme” atau meta-journalism semacam ini cukup menjamur.

4. Share & Discussion sites

Ini merupakan situs-situs yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas, dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan content yang ada di manapun di Internet. Dan kesuksesan Internet pada dasarnya memang disebabkan karena publik ingin berkoneksi atau berhubungan dengan orang lain, dalam tingkatan global yang tanpa batas.

Situs semacam ini bisa dibilang memanfaatkan potensi Internet, sebagai sarana untuk bertukar ide, cerita, dan sebagainya. Kadang-kadang dipilih suatu tema spesifik, seperti: aktivitas anti-globalisasi berskala dunia (situs Independent Media Centers, atau umumnya dikenal sebagai Indymedia), atau berita-berita tentang komputer (situs Slashdot).

Gaya Penulisan media online

Gaya Penulisan
  • Menyesuaikan dengan karakter pembaca, gaya bahasa jurnalisme online hendaknya: ringkas, padat, to the point.
  • Judul sederhana dan padat.
  • Tulisan mudah dipindai memindai (scannable), misalnya dengan subjudul (maksimum tiap lima paragraf), highlight kata-kata penting dengan warna berbeda, cetak tebal, jenis huruf, ukuran huruf, hypertext/hyperlink.
  • Tulisan pendek lebih disukai. Jumlah kata paling banyak 50% dari media cetak.Alinea pendek. Satu alinea idealnya hanya terdiri dari 65 karakter atau maksimal lima baris (lines).
  • Gunakan alinea/paragraf pendek dan jarak antar-alinea.
  • Uraian panjang dipecah-pecah menjadi beberapa judul, sambungkan melalui multiple hyperlink.
  • Pembaca tidak suka tulisan panjang dan harus men-scroll jauh ke bawah.
  • Gunakan tabel atau poin/angka urut ke bawah (bullets or numbering). Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea panjang.
  • Terapkan prinsip Piramida Terbalik -- yang penting di atas, uraian selanjutnya.
  • Gunakan bahasa sederhana dan ”informal” untuk tulisan opini (artikel) dan feature.
  • Pendekatan ”Piramida Terbalik” lebih intens digunakan dalam penulisan berita online, yaitu benar-benar mengedepankan yang paling penting dan mendesak diketahui pembaca.
  • Bahasa Jurnalistik (language of mass media) juga kian penting berperan mengingat karakter bahasa jurnalistik yang lugas, ringkas, sederhana, dan mudah dipahami.

Etika Jurnalistik Media News Online

Dengan banyaknya bermunculan situs portal news online di Indonesia saat ini memunculkan semanagt kebebasan pers yang sangat terasa semakin bebas di era media baru ini. Akan tetapi akan menimbulkan sedikit kekhawatiran di kalangan pembaca atau pelaku media. 
Kekhasan yang dimiliki oleh media baru ini (news online) adalah sebuah kecepatan update menjadikan sebuah keunggulan sekaligus kelemahan pada media tersebut. Di lain sisi media online (news online) sangat menguntungkan khalayak yang dapat mengetahui informasi terkini dengan cepat dan mudah didapatkannya tanpa harus menunggu informasi yang dimuat di media cetak yang hanya bisa didapatkan pada keesokan harinya.
Dalam hal aktualitas jurnalisme online seringkali membelakangi atau menomorduakan sisi akurasi pada sebuah berita. Kerap kali berita yang ditulisnya belum mendapatkan verifikasi dari objek yang diberitakan. Sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam penulisan berita yang ditulis dalam media online (news online).
Berikut salah satu kesalahan media news online dalam melakukan sebuah pemberitaan yang dapat dilihat pada kasus Imanda Amalia yang dikabarkan sebagai WNI yang tewas saat terjadinya kerusuhan di Mesir pada bulan Febuari 2011. Pada awalnya berita ini muncul pertama kali pada sebuah media social yaitu pada akun di facebook milik Science of Universe. 
Imanda Amalia dikabarkan sebagai WNI yang menjadi relawan United Nations Relief and Works Agency (UNRWA). Pada peristiwa ini masih terjadi simpang siur, akan tetapi media news online di Indonesia sudah mulai memberitakan peristiwa tersebut di running news meskipun data dan fakta itu belum jelas, dan belum ada kejelasan data atau fakta dari Kedubes ataupun Kementrian Luar Negeri. Tidak hanya media news online saja yang melakukan hal seperti ini media televisi swasta juga melakukan hal yang sama dilakukan oleh media news online. Sehingga mengakibatkan seluruh masyarakat percaya pada pemberitaan kasus tersebut. Namun pada akhir berita tersebut dinyatakan salah dan hanya sebuah isu dan Kemenlu RI juga memastikan bahwa tidak ada WNI yang tewas di Mesir. 
Kejadian atau kekeliruan seperti ini sudah dianggap sebagai hal yang wajar karena wartawan pada news online harus bersaing untuk mendapatkan informasi tercepat dan dalam pembuatan beritanya tersebut hanya bersifat running news sehingga sering kali wartawan mengabaikan hal akurasi dalam penulisan berita.
Pelanggaran beretika dalam media news online sering dapat diberikan contoh seperti kasus di atas yang di mana media news online melakukan pelanggaran dalam beretika jurnalistik karena media news online membuat sebuah berita hanya bersumber pada media social yang pada saat kejadian kasus tersebut belum adanya verifikasi data dan media news online tidak melakukan check and balance terhadap data yang ada di media social
Pelaksanaan pembuatan sebuah berita ini merupakan pelanggaran pada Kode Etik jurnalistik “KEJ” yang di mana telah dipaparkan bahwa seorang wartawan harus membuat atau memberikan sebuah berita yang akurat, harus menghasilakn berita yang factual dan jelas sumbernya, dalam pengambilan foto, audio ataupun suara harus dilengkapi dengan sumbernya dan selalu melakukan verifikasi, check and balance suatu fakta yang dijadikan sebuah berita.
Sangat ironis sebuah peraturan yang dibuat dalam dunia jurnalistik dalam produk peraturan kode etik jurnalistik yang dibuat oleh para pekerja jurnalistik ternyata banyak yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah dibuatnya dalam melakukan pekerjaan jurnalistik. Sehingga, tak dapat dipungkiri media news online atau dapat disebut sebagai jurnalisme online memiliki sebuah karakter yang berbeda dengan media cetak, televise, radio. Kebebasan pers yang sangat sedemikian bebas ternyata di dalam media news onlie dirasakan lebih bebas, karena dalam media news online terkadang batasan-batasan etika jurnalistik menjadi kabur.
Perkembangan yang sangat pesat, khususnya media online dapat memunculkan pertanyaan mengenai tingkat keakurasian sebuah berita yang di buat oleh media news online. Kejadian inilah yang menjadi pekerjaan bagi Dewan Pers untuk dapat membuat sebuah keputusan dalam membuat sebuah peraturan atau regulasi  untuk mengatur tentang pelaksanaan jurnalisme online. Karena Kode Etik yang telah dibuat oleh Dewan Pers sebelum dianggap belum menyinggung mengenai pelaksanaankegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh jurnalisme online. Akan tetapi prinsip-prinsip jurnalisme dasar seperti verifikasi, konfirmasi, dan cover both sides sangat penting untuk dilakukan meskipun ada tuntutan aktualitas berita
Jadi dengan adanya tindakan dari Dewan Pers untuk membuat peraturan atau regulasi mengenai pelaksanaan kegiatan jurnalistik pada jurnalisme online, pada nantinya dapat membentuk seorang jurnalis online yang professional dalam melaksanakan kebebasan news online, akan tetapi sebuah kebebasan tersebut juga harus diimbangi dengan tanggung jawab jurnalis online dalam melakukan pembuatan dan penyampaian sebuah berita dalam media online. Pada saat ini, para jurnalis online dapat mengikuti dasar-dasar peraturan Kode Etik Jurnalistik “KEJ” dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya.

Kesalahan Penulisan di Media Online

Beberapa Kesalahan dalam penulisan di media online
”Dan” di awal kalimat.
Kata Mubazir: sementara itu, dalam rangka, perlu diketahui, seperti kita ketahui, dapat ditambahkan, selanjutnya, adapun.
“Sehingga” di awal kalimat.
Bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk “di mana” (padanan dalam bahasa Inggris adalah “who”, “whom”, “which”, atau “where”) atau variasinya (”dalam mana”, dengan mana”, “hal mana”, “dalam pada itu”, “yang mana” dan sebagainya).
Angka di awal judul --12 Orang Tewas Tertimbun Longsor. Mestinya, “Dua Belas Orang Tewas…”, “Belasan Orang Tewas Tertimbun Longsor”, atau “Longsor Tewaskan 12 Orang”.
Pasangan kata: baik… maupun….; tidak hanya…. tapi juga....; tidak.... tetapi; bukan... melainkan....
Formula Menulis Berita: 5W+1H
WHO does WHAT When Where Why How (SIAPA melakukan APA di mana, kapan, kenapa, bagaimana)
WHO says WHAT WWWH
WHAT said by WHO WWWH

Menuju Jurnalisme Online Bermutu



Seiring maraknya penggunaan teknologi komunikasi di Indonesia, keberadaan berbagai portal/situs berita kini menjadi sumber utama masyarakat Indonesia dalam dalam mengakses informasi selain televisi. Inilah yang diklaim sebagai era journalisme online. Sayangnya, dalam menjawab kebutuahan aktualitas informasi ini, para pekerja media online lebih banyak memenuhi tuntutan pola kerja yang cepat dan selalu mengejar aktualitas daripada mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

10 Website Berita dan 100 Situs Terpopuler di Indonesia 2012

This summary is not available. Please click here to view the post.

Tips menulis di media online

Berikut ini ada beberapa tips menulis di media online 
Tips1
Robert Niles,”How to write for the Web”, The Online Journalism Review:
Short –ringkas, the shorter the better.
Active voice –gunakan kalimat aktif.
Strong verbs –pilih kata kerja yang kuat.
Contextual hyperlinking –lengkapi dengan tautan informasi terkait; memungkinkan pembaca memperkaya pengetahuan dan informasi pendukung.
Use formatting –gunakan variasi tampilan huru atau kalimat (), misalnya dengan menggunakan daftar (list), header tebal, dan kutipan (blockquotes).
Easy to read – mudah dibaca; jangan ada blok teks/alinea yang lebih dari lima baris. “No block of text more than five lines on the screen.”

Karakter Pembaca media online

Karakter Pembaca pada media online diantaranya adalah
  • Menilai situs dalam seperduapuluh detik!
  • Melihat, pindai, baru membaca
  • Sekitar 80% memindai (melihat dari kiri atas ke kanan), lalu gambar, grafis, desain.
  • Umumnya ingin membaca tulisan di internet secara cepat –pembaca judul dan lead.

Jenis tulisan media online

Jenis tulisan media online sama dengan jenis tulisan karya jurnalistik pada umumnya, yakni news, views, dan feature (paduan news & news).

Keunggulan Jurnalisme Online

Keunggulan Jurnalisme Online secara detail dikemukakan James C. Foust dalam bukunya, Online Journalism: Principles and Practices of News for The Web (2005):

Perbedaan Blog dengan Website

Tau kah anda apa perbedaan antara website dengan weblog ? 
Bagaimana ciri-cirinya? yang pasti blog merupakan bagian dari website tapi belum tentu Website merupakan blog, bagaimana tambah bingung?, dengan perkembangan dan inovasi  dari para Blogger (pengelola blog) terkadang sulit juga membedakan antara website dengan blog.

Kunci Membangun dan Mengembangkan Blog Secara Tepat

Apa saja kunci dasar membangun dan mengembangkan blog secara tepat?

Buatlah blog berdasarkan rasa kecintaan
Apapun yang anda kerjakan tidak akan pernah berbuah hasil maksimal jika anda kurang sehati dengannya. Jadi, tidak perlu menciptkan blog jika anda kurang yakin untuk bersedia mengurusnya. Blog itu perlu dibangun dan dikembangkan apabila anda menginginkan trafik, dan untuk mewujudkan keinginan tersebut anda membutuhkan keseriusan dan kesabaran.

Membangun Blog Sebagai Media Online

Blog adalah sebuah media online terbuka untuk siapa saja. Blog dapat diakses oleh pengguna internet dari IP address mana pun dengan catatan pihak pengelola blog (Admin) tidak melakukan pembatasan audience. Logikanya media diciptakan adalah untuk mendapatkan banyak pengunjung, karena bertujuan untuk mendistribusikan apa yang dimuat dalam media tersebut.

Membuat Magazine Template

Teknik dasar membuat magazine template memiliki variasi yang berbeda-beda, namun pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagamana cara membuat magazine template menurut pemahaman saya setelah mengerti struktur dalam magazine template itu sendiri. Jika kita mengikuti perkembangan dunia blogger, sebenarnya magazine template ini popular hanya di indonesia. Hal ini menurut analisa saya setelah bertamasya ke blog para blogger manca negara. Disana mereka jarang memakai bentuk magazine template blogger, dan yang memakainya hanya blog yang berbasis web, yang memiliki isi yang variatif.

Mengendalikan Amarah

Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya, jadilah orang kuat yang bisa mengendalikan nafsu amarah.
“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.”

Pengendalian Diri Dalam 8 Jalan Kebenaran


1. Pandangan Benar. Cara yang tepat untuk berpikir tentang hidup adalah melihat dunia melalui mata  kebijaksanaan dan kasih sayang.

2. Pikiran Benar. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Pikiran-pikiran yang jernih dan baik membangun karakter-karakter yang baik dan kuat.